ARTIKEL

Produk Khas Bumi Paguntaka

Kota Tarakan atau disebut dengan istilah lainnya adalah Bumi Paguntaka, daerah ini secara geografis adalah daerah kepulauan yang terisolasi dari daratan Kalimantan dan berbatasan langsung dengan laut Sabah Malaysia. Karena kondisi geografis seperti itu Tuhan menganugerah salah satu potensi hasil laut yang terbilang “langka” yang hanya ada di Pulau Tarakan Kalimantan Utara dan salah satu daerah di Pulau Sumatera yaitu Ikan Papija dengan sebutan nama lokal, sedangkan sebutan nama nasional adalah Ikan Nomei.

 

Salah satu sosok perempuan yang terbilang inspiratif yang mengeluti usaha pengelolaan dan pemasaran hasil laut Ikan Papija adalah ibu Siti Halijah. Tertempa oleh kondisi lingkungan keluarga yang merubah impiannya yang mulanya bercita-cita menjadi perawat, karena kondisi “menjelma” menjadi pelaku UMKM di bidang hasil laut. Usaha ini sebagai regenerasi dari orang tua, karena bapak meninggal pada saat mencari bahan baku (mencari ikan). Berawal dari peristiwa tersebut dan ditambah merasa kasihan melihat ibu serta tuntutan kondisi ekonomi maka beliau memberanikan diri melanjutkan usaha dengan meminjam modal awal Rp 25 juta dari bank. Modal inilah yang terus-menerus diputar sampai dapat memiliki berbagai aset seperti rumah kos. Dan sekarang, pada sisi sosial ekonominya dapat mengurangi pengangguran yang ada di sekitar lokasi usaha walaupun penyerapan tenaga kerjanya masih relatif kecil yaitu mempekerjakan sebanyak 10 orang sebagai karyawan dan 30 orang sebagai nelayan. Pemasaran produknya sampai ke luar negeri yaitu Tawau Sabah Malaysia dan secara regional Balikpapan Kalimantan Timur dan lokal. Produk Ikan Papija adalah produk khas Kota Tarakan sekaligus sebagai oleh-oleh khas, yang masyarakat lokal juga menamakan ikan tipis atau ikan kerupuk, selain sebagai lauk dapat juga dijadikan sebagai cemilan. (AI) 

Share this article :